Feed on
Posts
Comments

Tour de NGORO, Jombang

cabe-0031

cabe-0041

cabe-00112Minggu, tanggal 31 Mei 2009 bersamaan dengan HUT Kota Surabaya ke 716, saya kembali jalan-jalan. Kali ini meluncur ke kebun cabe Mas Yussa & Nur Cholis di Ngoro-Jombang. Menurut penuturan Mas Nur Cholis setelah aplikasi SuperBIO pertumbuhan tanaman terlihat cukup bagus, daun hijau segar, hampir tiap cabang muncul bunga sehingga buahnya cukup banyak. Satu hal juga yang istimewa, tanaman cabenya lebih tahan dari serangan trip. Hal ini sempat ditanyakan oleh beberapa rekan-rekan petani di sekitar kebun, kok tanaman cabenya tetap segar-bugar ? Sedang tanaman mereka banyak yang terserang trip.

Tour de WAJAK, Malang

gatot-0111 gatot-0091

Pada hari Kamis, tanggal 20 Mei 2009 pas dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, saya berkunjung ke kebun jagung Mas Gatot di Wajak-Malang utk melihat perkembangan tanaman jagung beliau. Saat ini beliau bermitra dengan PT. Jagung Hibrida Sulawesi (JHS) untuk pembenihan jagung Jaya. SuperBIO sudah mulai diaplikasikan sejak umur 7 HST, pada saat foto diambil jagung sudah memasuki umur 60 HST. Walaupun di lahan tegalan (bukan sawah), tanaman jagung beliau terlihat benar-benar bangkit ! Sepertinya tidak mau ketinggalan untuk ikut serta merayakan Hari Kebangkitan Nasional. Salam….

Keberadaan jagung sebagai salah satu alternatif makanan pokok bangsa ini, sangat lazim kita temui di seluruh pelosok negri. Bahkan penduduk di beberapa daerah, seperti di Madura dan Nusa Tenggara, telah lama memanfaatkannya sebagai sumber karbohidrat utama. Selain sebagai sumber karbohidrat manfaat jagung masih banyak lagi, mulai dari daunnya untuk pakan ternak sampai bahan baku dari bio-fuel. Dari segala manfaat ini, jagung mulai banyak diandalkan sebagai komoditas pertanian yang menguntungkan untuk dikembangkan pada skala industri.

Berikut ini  adalah dokumentasi tanaman jagung hibrida tongkol  dua di daerah Mojoagung.  Aplikasi SuperBIO sudah diberikan mulai sejak awal pengolahan tanah . Meskipun dari jenis hibrida tongkol dua, pada beberapa batang muncul sampai 3 tongkol. Hasilnya memang mantap……

jagung-harun-31

Lebih Subur, Lebih Makmur

Sayuran relatif mudah dan murah untuk dikembangkan dalam skala rumah tangga. Tidak perlu lahan yang luas, pekarangan rumah Anda bisa dimanfaatkan. Selain dikonsumsi sendiri, bisa juga untuk menambah penghasilan keluarga.

sayur-malang1


Kali ini saya ajak Anda jalan-jalan ke rumah Ibu Yustiasri, Blimbing, Malang. Pekerjaan sehari-hari beliau adalah ibu rumah tangga. Di tengah kesibukan ngurus rumah tangga, beliau dibantu sang suami memanfaatkan pekarangan depan rumah untuk bertanam sayur. Singkat cerita, bedengan berdimensi 1X3 meter pun selesai dibuat. Kemudian diisi dengan media tanam berupa tanah. Sambil menunggu tumbuhnya benih, media tanam yang ada dalam bedengan disiram/kocor dengan SuperBIO dengan pengenceran 1:10. Hasilnya ? Bisa Anda lihat dalam foto di atas, sayuran tumbuh subur dengan warna hijau segar. Dari awal yang hanya coba-coba, berikutnya tetangga di sekitar rumah Ibu Yustiasri mulai tertarik untuk turut menikmati hasil panennya. ”Lumayan lho, bisa untuk nambah uang blanja”, begitu tutur Ibu Yustiasri.

Sakti bener tuh si pupuk ! Seneng banget menghilang kalo pas dibutuhkan ! Tapi begitulah kenyataannya, setiap musim tanam tiba saudara-saudara kita selalu bingung lari ke sana ke mari nyari pupuk. Belum lagi harganya jadi mahal gak karuan. Apapun sebabnya kita gak perlu nyalahin siapa-siapa, karena faktanya pupuk kimia (bersubsidi) memang semakin jarang dijumpai di pasaran. Sudah tiba waktunya untuk memikirkan sekaligus bertindak dalam situasi yang tidak pasti. We need a SOLUTION !

Saat ini banyak di antara saudara-saudara kita yang mulai bertanya-tanya kenapa hasil panennya kok menurun ? Apa salahku ? He he he…. jangan keburu frustasi bro…  Kita flashback sejenak sambil sedikit merenung, sambil ngopi bila perlu ! Coba inget-inget sejak kapan lahan tersebut mulai ditanami, wah… iya waktu masih kecil dulu bapak sudah tanem tomat, wah… iya mbah dulu juga tanem padi, wah… iya mbah buyut dulu pernah tanem kentang. Nah, artinya lahan itu sudah puluhan tahun digunakan tanpa pernah didaur-ulang. Selain itu, program intensifikasi pertanian yang pernah diterapkan di Indonesia membawa akibat pada eksploitasi lahan pertanian. Penggunaan pupuk kimia, pestisida, herbisida, dan fungisida yang berlebihan, sedikit demi sedikit mulai terasa dampak negatifnya.  Sebab-sebab inilah yang membuat turunnya daya dukung lahan pertanian serta turunnya produksi tanaman.  Bisa dikatakan tingkat penurunan kesuburan lahan saat ini telah berpuluh kali  lebih cepat daripada proses terbentuknya (secara alami). . We need a SOLUTION !

lahan-marjinal-300x225Bagaimana dengan lahan seperti ini ? Apakah masih ada harapan untuk diberdayakan ? Jika dilihat dari kondisi lahan, kebanyakan dari kita pasti sudah pesimis. Padahal lahan marjinal serupa ini banyak terdapat di seluruh pelosok negri. Menyerah ? Sorry lah yauw…. Lahan seperti ini harus kita tingkatkan kualitasnya, harus kita tingkatkan produktifitasnya. We need a SOLUTION !

We have a big DREAM

Sadar akan dampak negatif intensifikasi pertanian terhadap lingkungan yang luar biasa, sebagai tunas bangsa  perlu turut berperan aktif dalam proses rehabilitasi/pemulihan lahan pertanian dan peningkatan produktifitasnya. Sebagai solusi sekaligus wujud nyata kepedulian tersebut adalah dengan mengembangkan dan menyediakan bahan/pupuk organik yang mudah dalam pembuatan maupun pengaplikasiannya, tetapi besar manfaat dan hasilnya.

We have a big dream ! Betul…. kita harus punya mimpi yang besar untuk pengembangan dan pemulihan pertanian kita ke depan. Siapa lagi yang mau peduli ? Apa menunggu sampai batas kritis terlampaui ? Bagaimana tanggung jawab kepada anak cucu  kelak ? Apalagi yang bisa kita wariskan pada mereka ? Ayo saudara-saudaraku, mulailah dari diri kita sendiri, keluarga terdekat, serta lingkungan yang paling dekat. Ingat, seribu langkah besar selalu dimulai dengan satu langkah kecil !


jagung-panenApa gak tertarik dengan hasil panen seperti ini ? Mau tau RAHASIA-nya ? KUNCI-nya ada pada bahan/pupuk organik yang punya  kemampuan khusus untuk merehabilitasi lingkungan pertanian yang semakin kritis kondisinya. Selain ramah lingkungan, mampu untuk menyeimbangkan dan menyelaraskan ekosistem tanah. Dengan harapan akan diperoleh komposisi unsur hara tanah yang berimbang dan optimal, sekaligus meningkatkan kualitas fisika, kualitas kimia, dan kualitas biologi tanah pertanian.

Membangun kembali JATIDIRI sebagai bangsa AGRARIS, dengan berlandaskan kebersamaan dan kemandirian adalah harapan. Menumbuhkan keinginan untuk mencintai PERTANIAN dan memelihara kelestarian TANAH, AIR, BESERTA ISINYA adalah harapan berikutnya.

Terbuka kesempatan kerjasama bagi rekan-rekan petani, kelompok tani, maupun pelaku usaha di bidang agrobisnis yang memiliki kesamaan tekad dan kemauan untuk merubah kondisi lingkungan pertanian dengan memanfaatkan limbah ternak yang berpotensi mencemari lingkungan. Kami mengembangkan bahan nabati yang memiliki kemampuan optimal untuk memproses limbah ternak menjadi pupuk organik yang mempunyai nilai manfaat & nilai ekonomi lebih tinggi (SuperBIO/SuperCOMPOST). Pupuk organik tersebut pada prinsipnya cocok diaplikasikan pada semua jenis tanaman pertanian dan perkebunan (tanaman pangan, palawija, sayuran, bunga, hortikultura, buah-buahan, coklat, sawit, karet, kopi, dll).

“Semoga Gusti yang Maha Agung & Maha Kuasa selalu merestui segala daya & upaya yang kita lakukan”